pertemuan orang tua satntri

Pertemuan Orang Tua Santri dengan Pengurus Yayasan Pesantren Wadilqurra’

Berita
Pertemuan orang tua santri dengan pengurus pesantren wadil qurra

1. Pertemuan dibuka oleh Ketua Komite, Ismail, dihadiri oleh 34 orang tua santri ikhwah, dan 28 orang tua santri akhwat yang ikut mendengarkan dari pondok di belakang Mesjid. Setelah pengantar pembuka, dilanjutkan penyampaian sekilas tentang laporan perkembangan kegiatan seputar Pesantren WQ oleh Ustadz Usman Laba, yang bercerita kembali awal mula sekitar bulan Agustus/September 2015, perpindahan ke lokasi sekarang ini. Akibat kesibukan beliau pindah-pindah barang, merintis dari awal di lokasi Parangbanoa ini, sehingga mengakibatkan lupa untuk melapor ke RT/RW sehingga didatangi Polisi / intel-intel, sebanyak 3 mobil.  Namun Alhamdulillah, tantangan demi tantangan mulai dari masalah air, listrik, asrama dan lain-lain akhirnya pelan-pelan bisa diatasi bersama.

2. Ditambahkan pula oleh Ketua Komite, bahwa hasil dari pembentukan struktur organisasi yayasan Pesantren Wadilqurra’ berdasarkan hasil pertemuan pada tanggal 13/3/2016, adalah sebagai berikut :Pembina : Usman LabaPengurus Yayasan :Ketua : HarniyatiSekretaris : IsmailBendahara :1. Supriady Nuhung2. Umar3. FachrunnisaSeksi Hukum : Haswiruddin, Dahsan SH.,MH.Seksi Ekonomi : ……….Pengawas :Ketua  : Umar QosimAnggota : Kris Handoko

3. Adapun terkait administrasi pembukuan diakui oleh Ustadz Usman, belum bisa tertib membukukan segala rincian pengeluaran dikarenakan tidak sempat lagi untuk mencatat ulang. Insya Allah di masa mendatang akan dicoba untuk merapikan atau mencatat biaya-biaya pengeluaran sehingga bisa diketahui oleh seluruh orang tua santri.

4. Untuk rincian pemasukan dan pengeluaran bulan Maret 2016, maka diketahui bahwa pemasukan sebesar Rp. 44 juta berasal dari setoran SPP 88 santri   dari total 160 orang santri (Santri Ikhwah 85 orang, Santri Akhwat 75 orang), 30 orang santri dibebaskan dari SPP dan masih ada sekitar 42 santri yang menunggak karena tidak mampu membayar. Sedangkan pengeluaran Rp. 45.095.000,- sehingga pondok mengalami minus Rp. 1.095.000,-.

5.  Alhamdulillah ada donatur yang menyediakan fasilitas pemondokan hingga konsumsi dekat pasar Malino dengan lahan 0,5 ha akan menampung sebanyak 15 orang santri dari Pontren WQ. Pembina akan secara bergiliran ke Malino untuk mendampinginya.

6. Program jangka pendek dan dianggap urgen adalah pembebasan tanah untuk pondok pesantren seluas 3.000 M2 dengan biaya Rp.300 juta, diharapkan kontribusi dari para orang tua santri atau donatur dari luar, bisa menyalurkan donasinya Rp.100.000,-/M2 sebagai bagian dari amal jariyah, dan pihak Yayasan Pontren WQ akan memberikan sertifikat tanah wakaf sebagai ucapan terima kasih.

7. Sesi diskusi yang dinantikan oleh para peserta pertemuan dibuka dengan banyak yang mengacungkan tangan. Satu persatu dari orang tua santri bertanya dengan point-point sebagai berikut : (1) berharap agar bisa direalisasikan pembelian tanah oleh Pontren WQ, karena harga tanah cenderung naik terus, jika perlu kerja sama dengan BSM untuk pelunasan dulu tanah tersebut, (2) menyangkut kesehatan santri, agar pihak pondok bekerjasama dengan Puskesmas terdekat, (3)penting menanamkan nilai kejujuran karena banyak anak-anak yang kehilangan sehingga pembinaan aspek mental juga perlu diberikan bukan hanya hafalan, (4) buat kotak amal untuk disebar ke para orang tua santri sebar / bawa, (5) bagaimana nasib rumah panggung di WS, (6) ada hal yang ganjil dengan adanya keterlambatan bayar SPP santri, perlu segera diatasi, (7) informasi pembukaan pontren WQ, apakah boleh menyebar brosur mengenai tanah wakaf?, (8) terkait administrasi pembukuan yang harusnya pondok surplus, kok laporannya minus?, (9) Organisasi Yayasan dan Komite kenapa bisa double jabatan,(10) donasi dari komite dari ortu santri berupa iuran yang rutin, siap membantu usaha di bidang peternakan (Ramli –> Ustadz Ismail Uce) 

6. Tidak semua pertanyaan dijawab mengingat waktu sudah memasuki waktu Ashar, namun ada beberapa klarifikasi dan point-point jawaban sebagai berikut : (1) untuk pinjaman ke BSM sangat dihindari karena banyak mudhoratnya, berdayakan donasi mengajak ortu santri, rekan kerja, keluarga untuk beramal jariyah, (9) Rangkap jabatan antara pengurus yayasan dan komite dengan maksud percepatan pengurusan administrasi, silahkan ortu santri yang memiliki potensi untuk ikut serta memberi masukan (5) rumah panggung ? (4) 

7.  Setelah sholat Ashar maka segera dilakukan lelang tanah wakaf bagi para orang tua santri yang hadir : Ismail 10 M2, Ilyas 10 M2, Haswir 15 M2, Narto 10 M2, Usman 50 M2, Syakir 10 M2, Syamsil 10 M2, Sakib 10 M2, Abdul Latif 5 m2, Supriadi 10 M2, Sapri 15 M2, Ummi H. Rani 10 M2, Abu Anas 10M2, Herman 10 M2, M.Saleh 10 M2, Syamsul Alam 10 M2, Syamsul Irwan 10 M2 ; total dana tunai terkumpul untuk mewujudkan pembelian tanah wakaf Rp.2 juta dan akan ditransfer ke rekening Ustadz insya Allah terkumpul Rp. 18 jt.

8. Selanjutnya para orang tua santri diajak untuk melihat rencana calon lokasi tanah wakaf yang akan dibeli oleh Yayasan Pontren WQ yang berada tidak jauh dari Mesjid saat ini, sekaligus menutup pertemuan kali ini.

pertemuan orang tua santri
admin
Pengelola Webite Wadil Qurra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *